Sabtu, 07 September 2013

IP Pertemuan ke-7 : Selamat Ulang Tahun, Prasmul!

Setelah melewati malam-malam melelahkan untuk mengerjakan buku angkata, booklet panitia IP, dan wawancara kakak kelas, kami pun berhasil meyelesaikannya. Kami pun bersiap mengikuti pertemuan IP ke-7 dengan perasaan optimis. Sayangnya salah satu anggota kami, Derian, tidak bisa mengikuti IP dari awal karena masih harus mengikuti kegiatan perkuliahannya. Kami mengawali pertemuan IP dengan berdoa dan menyanyikan lagu Mars Prasetiya Mulya. Berhubung kami sangat bersemangat dan kebetulan duduk di paling depan, Dennis terpilih untuk memimpin doa. Sayangnya pada saat pengumpulan tugas, ada 1 hal yang membuat kami ketar-ketir  yaitu telur kesayangan kami. Telur itu sebenarnya sudah retak sejak kemarin. Namun hari ini semakin parah dan ketauan sama kakak PD.

                Untungnya setelah itu kami disuguhi dengan parody dari the worst group yang bertemakan “Sikat Gigi”. Parodinya agak kurang jelas namun cukup menghibur dan membuat tertawa. Setelah itu kakak MC mengadakan pop quiz namun kelompok kami tidak mendapat giliran.

                Acara utama hari ini adalah perayaan ulang tahun Prasetiya Mulya Business School yang ke-31. Kue ulang tahunpun dibawa oleh kak Olsheby dengan mengundang kak Amir selaku ketua Student Board 2013-2014, Pak Farel, kak Stefani, perwakilan PD, Lodestar, dan beberapa kakak kelas lainnya.

                Kami kembali mendapatkan materi. Namun kali ini materinya sedikit berbeda. Yang menyampaikan materi adalah salah satu grup business development angkatan 2011. Bisnis yang ditampilkan bergerak di bidang industry kreatif yaitu parfum. Parfum tersebut sangat unik dan menarik. Parfum tersebut dapat menggambarkan kepribadian yang membeli. Parfum tersebut dapat menggabungkan 2 jenis essense sesuai keinginan pembeli. Kakak-kakak kelompok FVME tersebut menjelaskan dengan apik bagaimana awal membangun dan mengembangkan bisnis. Penjelasan tersebut sangat menginspirasi dan memotivasi kami untuk nantinya juga membangun bisnis bersama team kami.
                Setelah itu kami pun kembali menerima evaluasi. Evaluasi hari ini lebih lama dari pada kemarin. Kembali lagi buku angkatan kami jadi masalah. Beberapa kelompok ada yang belum ditanda tanganin karena mereka mengganti ulang bukunya. Booklet kami pun tidak jauh berbeda dari buku angkatan. Booklet beberapa orang terlihat sangat tidak layak dan sobek. Ada juga booklet yang di fotokopi. Hasil wawancara dengan kakak kelas pun tak luput dari evaluasi. Meskipun tak sebanyak evaluasi 2 tugas lainnya, namun terjadi beberapa kesalahan dalam pembuatan wawancara tersebut di antaranya kesalahan format baik spasi maupun paragrafnya. Begitu juga dengan tugas SB-E Book yang dipost tidak tepat pada waktunya
.
                Begitu banyak terjadi kesalahan yang terjadi dalam SB ini. Semua ini terjadi karena kurangnya koordinasi antar kelompok dan ini menjadi suatu pelajaran yang berharga karena  kekompakan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dapat dilakukan. Pelajaran yang berharga ini akan kami ingat karena semua kesalahan yang terjadi adalah motivasi untuk dapat berbaik menjadi lebih baik dan mencoba yang terbaik dalam segala hal.

Setelah evalusi, kami melakukan beberapa tugas tambahan. Ka Wandi yang kecewa dengan perilaku kami, malas untuk memberi tugas karena menganggap kita tidak melakukan tugas sebaik mungkin. Oleh karena itu, ia memanggil seseorang untuk membacakan tugas selanjutnya.

Tugas selanjutnya pun dibacakan oleh Emir, salah seorang teman kami. Tugas yang diberikan ada 2 tugas. Tugas yang pertama adalah tugas make your own product. Di tugas ini, kami harus membuat suatu usaha bisnis yang bertemakan Indonesian Culture and Heritage. Dan tugas yang kedua adalah tugas CV dan cover letter mengenai diri kita yang akan membuat sebuah lamaran kepanitian dalam suatu acara yang dibuat ole SB.


Setelah kami mendengarkan penjelasan tugas-tugas yang diberikan, pertemuan diakhiri dengan penghargaan the best team dan the worst team. Setelah itu, kami menyanyikan lagu Mars Prasetiya Mulya dan kami melakukan doa dan mengakhiri kegiatan IP kami pada hari ini.

Kami belajar untuk menjadi angkatan yang solid dan harus menjaga nama baik Prasmul dimana pun kami berada. IP ini akan kami jadikan pelajaran untuk selanjutnya tidak mencemarkan nama baik Prasmul. Pada IP hari ini kekompakan kelompok kami pun semakin solid dan semakin bersemangat mengikuti IP. Kami mulai aktif bertanya, menjawab dan menajdi volunteer. Walaupun hari ini melelahkan namun kami menikmati IP ini dengan senang hati. Tetap semangat komodo! We can do it!

Kamis, 05 September 2013

IP Pertemuan ke-6 : Tragedi Buku Angkatan


Dimulai kembali hari ini Kamis, 5 Spetember 2013 pada waktu 18.00. Seperti biasa kelompok-kelompok dari angkatan 2013 mulai berdatangan ke dalam ruang IP dengan menggunakan atribut-atribut mereka yang harus diperiksa oleh para PD. Setelah diperiksa, 15 menit pun sudah terlewat sehingga ruang IP pun harus ditutup. Seperti pertemuan-pertemuan IP yang sebelumnya, aktivitas IP pun dimulai dengan doa kepercayaan masing-masing dan menyanyikan lagu mars Prasetiya Mulya.

Setelah lagu mars Prasetiya Mulya dinyanyikan, MC mengajak maju anggota yang harus menampilkan parodi yang bertemakan “Captain Tsubasa” karena mendapat predikat worst group, tetapi karena waktu yang berdekatan dengan sholat maghrib, maka penganut agama islam dipersilahkan untuk melakukan sholat maghrib.

Setelah sholat maghrib dilakukan, parodi pun dimulai. Parodi dilakukan oleh kelompok 23. Parodi tersebut awalnya terasa membosankan namun menjelang akhir penampilan, kelompok 23 menampilkan atraksi memainkan bola sepak dengan sangat atraktif dan lucu. Penonton pun bertepuk tangan dengan meriah untuk penampilan mereka. Setelah itu ada satu kelompok yang diberi kesempatan untuk menampilkan yel-yelnya.

Acara utama pun dimulai yaitu beberapa penjelasan mengenai career point, curiculum vitae, dan cover letter. Career point dijelaskan oleh Mbak Dhita, di mana career point merupakan nilai yang didapatkan dari kegiatan-kegiatan non akademis yang dilakukan oleh mahasiswa Prasetiya Mulya. Career point didapatkan dari beberapa hal antara lain keikutsertaan mahasiswa akan suatu organisasi intern Prasetiya Mulya misalnya Student Board, Owl Club, SAC, dan lain sebagainya, berbagai kepanitiaan, bisnis yang telah berjalan (usaha tingkat menengah), menjadi pembicara di beberapa acara tertentu, dan mengikuti berbagai perlombaan baik hanya sebagai peserta maupun pemenang. Dan masing-masing kegiatan non akademis itu mendapat point sesuai dengan kebijakan Prasetiya Mulya dan tingkat kepentingannya, misalnya jika memiliki bisnis, point akan semakin besar jika usahanya berkembang semakin besar. contoh lainnya jika kita mengikuti kegiatan, semakin besar regionalnya, pointnya semakin besar. Selanjutnya penjelasan mengenai curiculum vitae diberikan oleh kak Vincent Julnardo. Curiculum vitae berisi profil kita beserta working experience, skill, organisational experience, dan lain sebagainya.

Setelah penjelasan-penjelasan tersebut selesai, Kak Wandi sebagai ketua divisi acara mulai naik ke panggung dan membahas tugas angkatan kami yaitu buku angkatan. Buku angkatan kami memang sangat kacau dan tidak dapat terselesaikan dengan baik seperti janji kami di hari sebelumnya. Seluruh PD sangat marah dan kecewa terhadap kami dan mengharapkan penjelasan serta penyelesaian yang tepat bagi angkatan kami ini. Akhirnya setelah beberapa lama yang penuh keheningan dari kami dan bentakan-bentakan dari para PD, kami diberikan kesempatan ketiga untuk membenarkan dan menyelesaikan buku angkatan tersebut dengan syarat, besok hari Jumat, 6 September 2013 semua buku angkatan dari setiap mahasiswa Prasetiya Mulya angkatan 2013 HARUS sudah sempurna. Setelah itu Kak Wandi memberikan tugas yang harus dikerjakan baik secara kelompok maupun untuk angkatan, dimana untuk kelompok tugasnya adalah mewawancarai Student Board dan cleaning service atau satpam dengan tema dan ketentuan yang berlaku. Sementara untuk tugas angkatan adalah tugas untuk membuat film dengan beberapa ketentuan yang dijelaskan. Panitia meminta PIC berjumlah 3 orang untuk datang ke meja acara di akhir IP dan salah satu diantaranya adalah anggota kelompok kami yaitu Jeremy Tanaja. Kami sungguh berharap agar Jete dan kawan-kawan PIC bisa mengerjakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya tanpa cacat.

Acara hari ini ditutup dengan laporan evaluasi dari kak Enggar dan pembacaan best team serta worst team untuk IP hari ke-6. Beruntung hari ini, kelompok kami kembali dalam performa terbaik meskipun belum memegang hand band putih. Nilai kami jauh meningkat dari hari sebelumnya. Semoga saja poin kami bisa terus bertambah dan kami bisa terus memberikan yang terbaik hingga IP hari terakhir. Kemudian seperti biasa, doa dan mars Prasetiya Mulya mengakhiri pertemuan IP.

IP hari ini merupakan IP yang lumayan bikin pegel-pegel karena harus duduk tegak tidak gerak-gerak serta bikin stress. Kami juga sangat merasa bersalah karena membuat PD bekerja lagi untuk memeriksa tugas buku angkatan kami yang gagal, begitu juga kepada panitia divisi yang telah berjuang menyiapkan tugas-tugas untuk IP namun tidak dapat kami selesaikan dengan baik. Rasa bersalah yang lain adalah karena kami tidak sepenuhnya berkontribusi terhadap pembuatan buku angkatan. Karena itu di kesempatan ketiga ini, kami akan berjuang dengan sepenuh hati untuk benar-benar berkontribusi hingga buku angkatan dapat terselesaikan dengan baik. Pelajaran hari ini adalah Peduli. Peduli sama teman yang lain. Kalo bisa ngerjain bersama, kenapa enggak? Selain peduli kami juga merasa perlu terus mengevaluasi dan memperbaiki diri agar kesalahan-kesalahan yang kemarin tidak terjadi lagi.
Tetap semangat komodo :)

SB e-Book










Rabu, 04 September 2013

IP Pertemuan ke-5 : Minus 15

Pada hari ini, Rabu, 4 September 2013 kami kelompok 44 kembali mengikuti IP di mana hari ini merupakan hari ke-4 dari introductory program yang masih harus kami jalani hingga 6 hari ke depan. Introductory program dilaksanakan di lapangan basket belakang seperti biasanya dengan ketentuan waktu, pintu mulai dibuka pada pukul 19.00 dan acara sendiri dimulai 15 menit setelahnya tepatnya pukul 19.15. Mengapa ip hari ini diadakan lebih malam dari biasanya? Hari ini merupakan hari pertama kami belajar secara resmi sebagai mahasiswa dan mahasiswi Prasetiya Mulya Business School, selain itu para kakak pembimbing pun sudah mulai memasuki semester baru perkuliahan, karena itu IP sebagai acara yang diselenggarakan secara resmi oleh pihak Prasetiya Mulya tidak mengganggu kegiatan perkuliahan melainkan berjalan selaras.

IP yang kami lakukan hari ini dimulai dengan agak berbeda karena kami semua diharuskan menggunakan atribut lengkap sebelum memasuki ruang kegiatan ip. Seperti biasa, acara dimulai dengan doa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu mars Prasetiya Mulya. Acara dibuka oleh para mc dengan bersemangat, di mana acara pertama adalah parodi yang ditampilkan oleh kelompok 12 dengan tema pujangga dan menurut kami parodi tersebut ditampilkan dengan cukup baik. Selanjutnya kami semua diharapkan untuk menampilkan yel-yel kelompok. Kelompok kami yaitu kelompok 44 diberikan kesempatan untuk menampilkan yel-yel sebagai pembuka. Walaupun sedikit kurang kreatif namun kami dapat menampilkan yel-yel kebanggaan kelompok kami dengan kompak dan cukup baik. Tanggapan positifpun kami terima dari lodestar kami yaitu kakak Fernald Albert yang memuji yel-yel kelompok. Kelompok-kelompok lainpun kemudian melanjukan memamerkan yel-yel kelompok masing-masing yang serba kreatif dan cukup baik.

Setelah melihat beberapa yel-yel kelompok, ketua divisi acara, kak Wandi mulai mengevaluasi tugas-tugas kami antara lain tugas social event dan tugas wawancara yang dikatakan mengecewakan karena tidak ada perwakilan angkatan yang datang ke meja acara untuk membicarakan social event dan karena kami dianggap tidak respect dalam mewawancarai para kakak kelas. Untuk itu kami diberi kesempatan mengirimkan perwakilan malam ini juga dan diperingatkan untuk lebih sopan dalam mewawancarai kakak kelas. Selanjutnya kak Wandi akan membacakan tugas untuk keesokan harinya seperti yang biasa dilakukan olehnya. Namun saat kami sedang bersiap-siap untuk menulis, kak Wandi berkata bahwa tidak ada tugas untuk keesokan harinya. Wajah kami semua sontak terangkat dan menyunggingkan senyuman lega. Kami sungguh bersyukur atas kebijakan kakak-kakak tersebut.

Setelah itu kak Enggar gantian mengevaluasi tugas individu kami yaitu essay yang dianggap mengecewakan juga karena terdapat kesalahan pada margin dan format paragraf. Kamipun berjanji akan mengerjakan tugas-tugas selanjutnya dengan lebih baik lagi dan akan berhasil menyelesaikan ip 2013 dengan sesempurna mungkin.

Acara penutup yang ditunggu-tunggu yaitu ditampilkannya jumlah point masing-masing kelompok pada hari ini. Untungnya kami bukanlah kelompok dengan nilai terendah, namun sayangnya kami juga bukan kelompok dengan perolehan nilai tertinggi. Yang membuat kami kecewa adalah karena kami mendapatkan point -15 pada hari ini padahal kami merasa sudah melakukan setiap tugas dengan baik dan kemarin juga telah memperoleh nilai yang cukup tinggi.

IP ke-4 ini ditutup dengan menyanyikan lagu mars Prasetiya Mulya kembali dan diakhiri dengan berdoa. Setelah dibubarkan, kami diberitahu bahwa kesalahan kami terletak pada paragrafnya sehingga nilai kami berkurang banyak. Walaupun sangat sedih, kami berusaha belajar dari kesalahan kami dan untuk selanjutnya berjanji akan lebih teliti lagi dalam mengerjakan tugas-tugas selanjutnya. Kami pun berfoto dan saling menguatkan satu sama lain.

Hari ini merupakan IP yang sangat berkesan bagi kelompok kami karena akhirnya kami menampilkan yel-yel kelompok untuk pertama kalinya dan mendapatkan pengurangan point yang begitu banyak. Kami belajar banyak hari ini yaitu belajar berani untuk tampil, belajar menerima kesalahan dan tidak saling menyalahkan satu sama lain serta selalu kompak dan mau terus berjuang. Dan yang paling menggembirakan serta unpredictable tentu saja ketiadan tugas untuk hari ini. Terima kasih para kakak-kakak panitia J





Selasa, 03 September 2013

IP Pertemuan ke-4 : Kekecewaan Kembali Terjadi

Di dalam pertemuan ip hari ini terjadi banyak hal yang tidak dapat telupakan. Pada awalnya di hari ini kami mendatangi banyak presentasi yang menjelaskan tentang berbagai fasilitas di prasetya mulya. Hal mencengangkan pertama yang saya alami adalah pada saat istirahat makan siang yang sangat heboh dengan banyaknya mahasiswa tahun 2013 yang mengumpulkan tanda tangan dari para lodestar dan penegak disiplin yang sedang makan siang dan menunggu jam kelas yang selanjutnya. Dalam mengumpulkan tanda tangan para lodestar dan penegak disiplin ini banyak sekali variasi dalam cara mendapatkan tandatangan tersebut, untuk contohnya ada penegak disiplin yang menanyakan peraturan peraturan yang pernah ada di ip ini, ada juga yang meminta para pemta untuk membuat barisan yang panjangnya luarbiasa. Salah satu kesulitan yang dihadapi di sini adalah make over yang di lakukan untuk membedakan wajah mereka dengan wajah mereka yang ada di dalam bookled panitia tersebut. Situasi pengumpulan tanda tangan ini terjadi mulai dari sepulang ip hai sebelumnya yang memberikan tugas follow up dari bookled panitia tersebut dan sampai lebih dari jam 10 hari selasa 3 september ini dan akan terus berlanjut sampai dengan pengumpulan tugas di hari jumat nanti. Di dalam ip hari ini juga terdapat banyak sekali kejadian menarik yang terjadi, mulai dari pengecekan kelengkapan kita yang mendapatkan tambahan smartcard yang harus tergantng di leher kami bersamaan dengan nametag yang sudah kami buat di ip ke 2 tersebut. Setelah pengecekan dilakukan semua kelompok mempunyai kekurangan , yaitu tidak mengumpulkan buku angkatan yang seharusnya di kumpulkan pada hari ini. Setelah dilakukan pengecekan tersebut karena ada kelompok yang harus memberikan parodi dengan tema yang sudah di tentukan yaitu soto kudus, maka kelompok 41 menayangakan sebuah parodi yag mengambil suatu tokoh dari out bound yang sudah kami jalankan selama 3 hari 2 malam di jatiluhur. Nama tokoh tersebut adalah pak jatnika, seoang kapten yang membimbing kami dalam menjalani out bound di jati luhur. Dengan mencampur suasana suasana yang terjadi di jati luhur dengan banyak humor yang menggelitik berikut dengan tema yang mengharuskan mereka mengdakan soto kudus di dalam parodi mereka, hasil yang membuat semua anggota ip memulai ip sore mereka dengan mood yang bahagia ini menggambarkan keberhasilan yang melepaskan mereka dari cengkraman pita hitam kelompok terbawah tersebut. Setelah dilaksanakan parodi,mc yang berada di depan meminta kelompok kelompok ip untuk menunjukkan yel yel yang dijadikan sebagai tugas awal mereka . Ada beberapa kelompok yang menampilkan el yel mereka dangan confidence , tapi ada juga beberapa kelompok yang mendapatkan teguran karena belum kompak. Setelah pertunjukan yel yel tersebut kami diajarkan sebuah gerakan baru yang bisa di bagi menjadi pelan dan cepat yang bernama “chikipau” yang menjadikan jumlah gerakan yang sudah ada di memori kami bertambah dari 3 menjadi 4. Dan seperti yang di janjikan di pertemuan hari senin para lodestar angkatan 2012 mempertunjukkan yel yel angkatan mereka yang sangat heboh dan menghibur dan terlebih lagi sangat efektif dalam menghancurkan panggung. Tetapi yel yel tersebut memiliki suatu kelemahan yaitu dalam management waktu yang sangat lama. Setelah kami melihat yel yel kelas 2012 tersebut kami di berikan pilihan untuk mengubah yel yel angkatan kami yang sekarang atau membiarkannya saja. Setelah kami di tegur karena tugas buku angkatan kami yang tidak selesai, kami di berikan tugas tambahan yang sangat beragam dan dengan deadline yang tidak lebih dari 1 minggu. Ip hari ini di akhiri dengan pembandingan poin dan dimenangkan oleh kelompok 18 dan pita hitam jatuh kepada kelompok 12 dan mendapat tema parodi yang unik.


Senin, 02 September 2013

IP Pertemuan ke-3 : SB DAY!

Dimulai pada pukul 17.00 sore 2 September 2013, Introductory Program (IP) dilaksanakan kembali. Setelah kurang lebih satu minggu semua peserta IP diberikan waktu untuk beristirahat setelah melaksanakan outbond, akhirnya IP pun dilaksanakan kembali. Pada tanggal 2 September ini, IP sengaja dilakukan pukul 17.00 sore karena pada pagi harinya, seluruh peserta sudah mulai mendapatkan mata pelajaran kuliah masing masing.
Setelah semua berkumpul di lapangan basket indoor, tempat biasa IP diselenggarakan, semua peserta berkumpul dan menyanyikan mars Prasetiya Mulya sebagai pembukaan IP pertemuan ke tiga. Setelah menyanyikan mars, para peserta diminta untuk mengumpulkan tugas tugas yang harus diberikan pada hari ini yaitu booklet. Setelah booklet diambil, salah satu kakak PD menjelaskan tentang poin poin yang telah dikumpulkan oleh masing masing kelompok selama IP berlangsung. Mereka menjelaskan bahwa adanya pengembalian jumlah poin seperti awal, yaitu sebelum mengulang pembuatan nametag dilaksanakan. Namun ternyata kelompok kami tidak mengalami perubahan dari poin yang telah diubah.

Setelah mendengarkan info tentang poin yang dijelaskan oleh kakak PD, kami menyaksikan parody yang ditampilkan oleh kelompok Sembilan, yaitu kelompok yang mendapatkan poin terendah diantara enam puluh delapan kelompok lainnya. Kelompok Sembilan diminta untuk menampilkan parody yang bertemakan tentang lima acara tv yang sedang booming. Ternyata penampilan yang dilakukan oleh kelompok Sembilan tidak sesuai dengan perintah dan membuat kakak kakak panitia kecewa terhadap penampilan kelompok tersebut. Dengan terjadinya hal tersebut, kami diperjelaskan bahwa ketika kami mengulangi hal yang membuat para panitia kecewa lagi, maka kami akan diberi hukuman. Setelah menyaksikan parody dari kelompok Sembilan, pembawa acara pada hari ini, yaitu Kak Ralvi dan Kak Danto memanggil lima orang dari kami untuk maju ke panggung dan menanyakan beberapa pertanyaan sebagai pop quiz. Dari lima peserta yang diminta untuk maju ke panggung, hanya ada dua orang yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.
Sehabis dilakukannya pop quiz, kami semua diminta untuk menampilkan salah satu tugas yang harus kami kumpulkan pada hari ini juga, yaitu yel yel angkatan. Sejak kurang lebih dua minggu yang lalu, beberapa teman kami membantu menyalurkan inspirasi mereka untuk membantu dalam pembuatan lirik yel yel. Setelah itu, mereka memperlihatkan kepada satu angkatan 2013 bagaimana lirik yel yel angkatan kami, dan kami berkumpul dalam beberapa waktu yang bisa dibilang cukup singkat untuk mulai latihan bersama dalam persiapan menampilkan yel yel angkatan kami. Namun, pada penampilan yang pertama masih banyak teman teman yang kurang hafal terhadap yel yel angkatan dan lagi lagi kami membuat para panitia kecewa. Setelah penampilan pertama, kami diberi waktu dua puluh menit untuk beristirahat dan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk memperlancar yel yel angkatan kami. Setelah istirahat, kami membuktikan bahwa kami bisa lebih baik dari sebelumnya dalam menampilkan yel yel angkatan kami.

Sehabis menampilkan yel yel, kurang lebih pada pukul 18.30 sore, kami menyaksikan pemindah jabatan Student Board 2012-2013 ditambah pelantikan Student Board 2013-2014. Disana anggota Student Board periode 2012-2013 menjelaskan apa saja yang telah mereka lakukan selama menjabat. Sedangkan bagi anggota Student Board periode 2013 – 2014 memperkenalkan anggota anggota nya serta target yang akan mereka capai disaat masa jabatan mereka satu tahun yang akan datang ini.
Setelah melihat pemindah jabatan serta pelantikan Student Board, booklet kami dibalikan oleh PD kami masing masing. Kami diberi tugas tambahan yang batas waktu pengumpulannya sudah ditentukan hari nya. Dan diakhir acara, seperti biasa kami diberi tahu poin poin masing masing kelompok, dan untungnya poin yang diraih kelompok kami naik yaitu menjadi 75 dari -5. Dan kelompok yang meraih poin tertinggi yaitu kelompok 61 yaitu 115, dan yang terendah kelompok 41 yaitu -63. Setelah itu, kami menyanyikan mars Prasetiya Mulya sebagai penutupan IP hari ini.



Jumat, 30 Agustus 2013

Y.O.L.O

Well, IP udah memasuki pertemuan kedua dan artinya kita akan...
Jeng jeng jeng jeng!
OUTBOUND!!! Yeey!
Eitsss ada tapinya nih
Tapi apa? Tapi buka dulu topengmu buka dulu topengmu *oke abaikan*
Tapi kita mesti bikin atribut lagi nih buat outbound berupa bendera kelompok dan handband. Di pertemuan IP kedua kita di kasih kain warna kuning sama lodestar kita. Eh btw kenalan dulu lah sama lodestar kita yang paling ganteng (tapi boong) namanya Kak Fernald Albert. Abis selesai ambil sewaan barang buat outbound, kita langsung cus ke kostan nya Denish yang katanya paling gede. Awalnya kita bingung mau desain benderanya kayak apa tapi untungnya ada desainer terkenal se pulau komodo alias Joput yang ngedesain bendera. Sampe akhirnya jadilah bendera genk komodo yeaaaaay!

Di hari keberangkatan, kita berkumpul jam 05.00 dengan membawa pedang panjang eh ransel yang berat maksudnya. Kita naik tronton sama kelompok lain. Diperjalanan semua pada TEPAR! Pengen banget ngeshare foto komok selama tidur tapi jangan deh kasian. Soalnya komok beneran...

Mejeng dulu lah sebelum berangkat hahaha

Setelah lewati gunung dan lembah berbatu selama 4 jam, tibalah kita di suatu lapangan dan langsung disambut dengan teriakan bapak-bapak berseragam TNI. Otomatis dong kita langsung tancap gas buru-buru keluar dari tronton. Di lapangan itu, kita dibarisin perkelompok dan diajarin beberapa yel-yel, gerakan, dan simbol peluit. Setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan menuju markas kostrad. Disinilah dimulainya perjalanan melelahkan outbound. Kita kudu ke markas kostrad dengan berjalan kaki. Berjalan kaki di siang bolong membawa barang bawaan segede gaban di pundak????!!!! Awalnya terasa sangat berat bagi kami ada beberapa member yang memiliki keterbatasan kesehatan. Jalan yang panas pun membuat kami sangat kehausan hingga berkali-kali kami berhenti sejenak biar kaki ngga kram dan minum air yang udah gak ngerti rasanya kayak gimana. Jalannya bukan jalan lurus kayak jalan tol. Jalannya naik turun berbatu dan berlubang disana sini bikin siapa saja bisa jatuh karenanya dan salah satu teman kami jatuh sampe celananya sobek. Selama perjalanan kami saling menyemangati, saling berbagi minuman dan saling menanyakan keadaan masing-masing. Aduh romantis banget sih kita :3
Oh iya ada yang kelupaan, selama  outbound ini kami ngga cuma di temenin sama si koko, tapi juga ada kaka-kaka GP 1 dan 2 namanya Ka Galih dan Ka Siska.

Ga terasa kami berjalan kurang lebih selama hampir 2 jam (bener gak sih?!) dan sampailah kita di markas kostrad yang kucinta pujaan hatiku *.* Setelah kami mengikuti pelemasan dan briefing, kami memasuki kamar hotel alias barak dimana kami akan beristirahat tentunya cewek ama cowok dipisah lho, iyalah kalo gak dipisah apa kata dunia???. Laper, capek, pegel kami pun terbayar, saatnya makan :")
Ternyata makan kami pun sangat istimewa siang itu...
"Duduk siap grak""Istirahat ditempat grak""Selamat makan"
Dan setelah 3 hitungan cepat, kami sudah harus menyelesaikan makan kami, harus bersih tanpa sisa sedikitpun! Banyak teman-teman lain yang belum selesai makan pas udah abis waktunya. Disinilah teman berperan, ngebantuin ngabisin kalo ada yang ga kuat. Makan siang ditutup dengan doa.
"Istirahat di tempat grak""Terimakasih"
Perut udah kenyang diisi makanan, gentian sekarang otak yang diisi sama soft skill nih. Kita diajarin jurus jitu tali temali menggunakan weby. Ada beberapa jenis simpul yang diajarin yaitu loop, pita double pita, delapan, dan double delapan. Selain belajar simpul kita juga belajar cara penggunaan kompas dan peta. Materi ini akan kepake banget buat outbound hari ke 2. Sayangnya belum kelar dijelasin tapi bunyi peluit udah berbunyi dan memanggil kita untuk segera kumpuuuul! Ternyata tujuan kami dikumpulkan tak lain tak bukan adalah untuk upacara pembukaan outbound dimana secara simbolis pihak Prasetiya Mulya menyerahkan peserta untuk dilatih oleh pihak PAC.

It’s time to take a bath. There’s something unique pas mandi. Pertama, tempat mandinya terbatas dan waktu Cuma dikit kan, mau gamau harus mau mandi bareng sama temen baru. Yang lebih unik, di kamar mandi inilah kita bisa nambah temen karena bisaanya sebelum mandi kita selalu kenalan dulu sama yang mau diajak mandi bareng. Jujur buat kami ini pengalaman pertama kali yang sangat unik. Hal sederhana yang akhirnya bisa menambah kekompakan kami sebagai satu angkatan. Kami pun bergegas untuk makan malam. Yang beda Cuma kali ini kita ngga diitung makannya, tapi tetep harus cepet sih. Bahkan disini kami boleh nambah makanan kalo dirasa masih kurang. Yuk ah capcus cyin ke lapangan lagi.Kali ini kami diberikan materi tentang 4 value seorang prasmulian yaitu Character, Competence, Contribution, dan Connectivity. Sebagai seorang prasmulian sejati, kami wajib mengamalkan dan menjalankan keempat value ini sampai nanti kami menyelesaikan studi bahkan sampai nanti kami bekerja.Penjelasannya sangat singkat, padat, dan jelas jadi ngga ada yang ngantuk walaupun perut udah kenyang hehehe.Kalo tadi kita dikasih pengarahan bersama-sama, sekarang kita dikumpulkan perkelompok di tempat terpisah-pisah. Sebelum materi dimulai, kita diajak main sama Kak Galih. Mainannya sederhana sih tapi lumayan ribet. Kita jadi tau binatang apa yang temen-temen satu kelompok kita benci. Walaupun benci, kami harus berkenalan dengan menggunakan embel-embel nama binatang yang kami benci. Daniel kecoa, Jete cacing, Dennis kodok, Naomi laba-laba, Joput kelabang, Cindy belut, Cynthia cicak, Nadya kadal, Derian kaki seribu, Denish tikus, Ko Fernald tonggeret, dan Ka Galih semut.Setelah bermain, kami diberikan materi tentang PMP. Kami sebagai peserta disini awalnya belum saling kenal, pastinya setiap peserta akan menemui lingkungkan fisik dan sifat yang berbeda dari anggota lain. Tak jarang hal ini menimbulkan yang namanya krisis sehingga memerlukan mastering sebagai jawaban atas krisis tersebut.Caranya gimana tuh? Berpikir S.M.A.R.T! Spesific, Measurable, Attainable, Reasonable, and Time scale. Kalo kita bisa berpikir S.M.A.R.T dijamin deh kita bakal lebih bisa ngendaliin dan nyelesaiin masalah yang kita hadapi. Kita juga bisa menjadi pribadi yang benar-benar SMART tentunya dengan menerapkan ground rules yang harus dipatuhi. Kalo kelompok kami menuliskan 3 ground rules yaitu disiplin, komunikasi, dan tepat waktu ditambah dengan ground rules dari kakak GP 1 dan 2 yaitu jaga kebersihan. Selain dikasih materi, kami juga diajak untuk menuliskan harapan kami selama outbound ini didalam Apel Harapan.

Malem itu semuanya clueless banget sama apa yang bakal dilakuin. Pertamanya disuruh make pelampung karena kita mau menuju ke desa yang butuh pertolongan eh giliran udah masang, disuruh lepas lagi alesannya karena kurang gesit makenya. Pake lagi,lepas lagi, pake lagi, lepas lagi, pake, lepas lagi sampe akhirnya semuanya disuruh duduk. Pak Jatnika selaku mentor menyuruh kami menutup mata dan membayangkan obor. Obor itu selalu ngikutin angin, sama kayak kita yang masih ngikutin apa yang jadi trend sekitar kita. Istilahnya masih ababil gitu deh. Terus kita sebagai generasi muda masih suka lupa sama Negara kita sendiri yang udah membesarkan kita, suka ngelawan orang tua yang udah ngasuh sejak kecil, suka berontak dan ngejek guru atau dosen, dsbnya. Saat itu syahdu banget banget apalagi kita sambil disuruh menyanyikan lagu “Syukur”.Malam itu di bawah langit Jatiluhur yang bertabur bintang, kami semua berjanji untuk mendedikasikan diri kami untuk Indonesia dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri”.

Setelah semalaman setiap anak bergantian jaga serambi, tibalah waktu nya untuk banguuuun!!! Bangunnya pun pake acara di gedor-gedor sama bapak-bapak TNI. Tapi berhubung beberapa anak udah siap sedia, jadi tinggal langsung cus deh ke lapangan untuk senam pagi. Setelah selesai makan pagi, kami kembali diajarkan beberapa hal yang kemarin belum selesai yaitu penggunaan kompas bersamaan dengan peta nya.

Daaaan saatnya kita berangkaaat! Kami mengawali outbound hari kedua ini dengan rowing alias mendayung.Destination kami adalah tepi pantai yang jaraknya sekitar 2 km kalo gak salah.Ternyata mendayung bersama ngga semudah yang dibayangkan. Tanpa komunikasi dan aba-aba, sekencang apapun kita mendayung sendiri, kapal gak akan gerak. Beberapa perdebatan sempat terjadi tapi ngga lebay sih bisaa aja sampai akhirnya kami pun bisa mendayung bersama-sama dengan stabil 
“dayung, naik,dayung, naik, dayung, naik” “semangat komodo!!!” “yang dalem dayungnya kayak Daniel” “ayo kirinya lebih kuat” “kanan tetep dayung” 
dan setelah 48 menit mendayung sampe kapalan, sampai lah kami ditujuan kami. Waktu kami cukup cepat lho *sombong*walaupun ada juga yang lebih cepat.Karena waktu kami dibawah 60 menit, kami berhak mendapatkan 80.000 poin.Poin ini pun kami gunakan untuk membeli makan siang dan sisanya untuk membeli barang pembuatan maket di malam harinya. Karena takut poinnya mepet, kamipun makan seadanya nasi timbel, empal 1 untuk 2 orang, tahu, krupuk 3 bungkus untuk 10, dan ikan asin seharga 21.500 poin. Meskipun dalam kesederhanaan, kami tetap menikmati makan siang kami sambil sesekali bercanda gurau dan sharing makanan.Untuk menutup makan siang kami, buah pir pun kami santap. Yum!

Tepat jam 1 siang kami melanjutkan perjalanan kami dengan hiking. Untuk mencari check point kedua aja setengah mati kesana kemari karena pawang kompasnya, si Jety sama Dennis masih kagok pake kompasnya. Berkali-kali bolak balik akhirnya ketemu juga check point kedua!!! *sujudsyukur*.Sambil berjalan kamipun bercanda-canda, saling tunggu menunggu dan sharing air minum. Memasuki daerah check point ke 3 ini nih yang bikin bingung karena didaerah ini ada pertigaan dan kami gatau harus kearah mana. Pertamanya kami lanjut aja lurus tapi ngga jauh, Dennis mulai gelisah dan ngajak balik lagi.Sampe di tkp dia ngajak untuk belok ke kiri tapi hasinya nihil. Kitapun kembali ke jalan yang awal. Karena masih penasaran, Dennis balik lagi tapi ngambil jalan yang sebelah kanan dan ternyata KETEMU! Saking pedenya kami terus aja ngikutin jalan itu karena yakin kalo ada lagi disananya.Jalannya kecil, menurun dan berbatu sampe akhirnya buntu dan gak nemu apa-apa.So, kita balik lagi ke tempat awal dan lanjut lagi lurus. Perjalanan siang itu sangat panas tapi juga sangat menyenangkan karena ngga lama pun kami menemukan check point ke 4! Setelah sempat hopeless kami kembali menemukan check poin ke 5. Disini kalo gasalah bisa main game dan dapet tambahan poin tapi kelompok kita lebih focus ke yang pasti-pasti aja karena gatau juga bisa nyelesaiin gamesnya atau ngga. Setelah melewati 5 pos, jalan kami semakin berwarna, karena pemandangannya makin epic.Sawah dan gunung terhampar luas, bagus bangettt maksimal. Selama perjalanan ini have fun banget deh meskipun capek kita tetep kompak dan senang. Sesekali kami bernyanyi bersama untuk mencairkan suasana. Tak lama setelah itu pun kami menemukan check point ke 6,7,dan 8 yang bertempat di KOSTRAD. Yey berhasil,berhasil, hore! 8 kolom kami terisi semua. Sayangnya ada 2 kolom yang isinya sedikit di luar kotak jadi total kami mengumpulkan 6. 6x8000 poin, so kami dapet tambahan 48.000 poin.

Karena kaki kami terasa pegal, kami beristirahat sejenak di tribun. Setelah itu kami melakukan persiapan untuk rappeling. Dengan instruksi dari Ka Galih dan Ka Siska, kami mengikatkan weby dibadan kami. Kami pun bergegas menuju tebing tempat rappeling kami. Melewati hutan yang nanjaknya hampir 80 derajat. Mana berpasir gitu jadi resiko keplesetnya gede. Setelah basah kuyub naik, kami tiba di tebing 1. Yang turun pertama kali dari kelompok kami adalah Jete dilanjutkan dengan Derian, Nadya, Cynthia, Dennis, Daniel, Denish, Joput dan Naomi. Sayangnya Naomi gajadi turun gara-gara waktunya udah abis dan kudu langsung balik ke KOSTRAD lagi.

Setibanya di sana kami saling sharing tentang apa yang kami rasakan di hari kedua bersama Ka Galih, Ka Siska dan koko. Setelah beberes dan makan malam, kami dikumpulkan di lapangan. Di tengah lapangan ada papan gitu entah buat apa. Gue pikir pertamanya kita mau disuruh main trampolin atau main catur disono taunya itu buat naro maket hahaha. Malem itu sesuai yang udah di kasih tau sebelumnya, kita bakal buat maket. Bahan-bahannya itu kita beli pake poin yang kita kumpulin. Kelompok kami dapet sekitar 170.000 poin dan kita beli semua perlengkapan seharga 100.000 poin. Dalam waktu 30 menit, kami harus bikin sebuah maket rumah sesuai ketentuan yang dikasih. Kelompok kami rumahnya berbentuk kubus 10x10x10 dan dibuat dari lintingan kertas koran. Semua orang panik. Karena barang-barangnya terbatas. Sempet terjadi perdebatan juga sih tapi akhirnya kelompok kami  belum bisa menyelesaikannya selama 30 menit. Untungnya kami diberi tambahan waktu 15 menit. And tadaaa jadilah rumah kami yang sangat imut (?) Dan di beri tanda A di atapnya. Sejenak kami diajak mengelilingi maket tersebut dan diberi pengarahan oleh Pak Mul. Ada yang aneh malem itu, dimana acara berakhir lebih cepet dari hari sebelumnya. Kami pun bergegas tidur meski dirundung rasa penasaran.

Bener kan bener paginya. Kalo kata temen-temen sih bangun pagi kali itu super fantastis. Ada yang bilang kayak kiamat. Ada yang bilang kayak kebakaran. Macem-macem deh. Gimana ga mikir itu kiamat, orang lagi tidur baek-baek tiba-tiba dibangunin pake mercon dan pintu digedor-gedor. Bahkan kalo di barak cowok disuruh tiarap. Yang lebih ngagetin lagi kita saat itu juga langsung disuruh bawa tas kita. Untungnya malem sebelumnya, kita udh beberes semua. Meskipun begitu banyak juga barang-barang yang tertinggal dibarak sehingga pagi itu semacam kayak di pasar, milih-milih barang. Semua orang masih plongo sebenernya ada apa dan mau apa kita setengah dua pagi dibangunin kayak gini???!!! Sambil nahan ngantuk dan curi merem kita nunggu sampe barang-barang yang tadi ketinggal kembali ke pemilik semula. Setelah lama menunggu, ternyata kami di beri kepastian bukan harapan palsu. Ternyata kami akan pergi ke suatu Desa yang memerlukan bantuan kami. Berbekal makanan dan snack, pagi itu kami menaiki perahu menuju ke tkp. Pagi itu sangat istimewa bagi kami. Seperti melihat pengharapan Baru ketika kami sama-sama melihat sunrise di langit Jatiluhur. Gak bisa dijelasin dengan kata-kata, cuma bisa mensyukuri keindahan karya Tuhan dan menikmatinya bersama teman-teman baru yang akan jadi keluarga kami nantinya.

Sekitar 1 jam, kami pun tiba disuatu tepi pantai. Kalo di instruksinya sih namanya Desa Kenalagi. Disana kami diharuskan mencari jodoh, oke salah, cari potongan pipa yang digunain buat menyambungkan sumber air gitu loh. Kami pun menuju ke “search area” yang agak jauh tempatnya. Baru turun bentar aja kita udah nemu 3 pipa *sombongbanget* selanjutnya mulailah kita uring-uringan karena ngga nemu lagi. Sampe akhirnya kita nemu 1 lagi dan itu jadi yang terakhir. Kami pun bergegas menuju tempat berkumpul. Disana semua kelompok berkumpul untuk menyusun potongan pipa tersebut. Yang nyusun sih bukan kita, yang nyusun itu perwakilan tiap departemen. Tapi emang dasar kelompok kita mukanya masih pada muka bantal, kelompok kita malah pada tepar berbantal tas masing-masing. Maaf ya temen-temen kita ga bantuin, kita bantu doa kok hehehe :D

Dengan susah payah perwakilan departemen bahu membahu menyusun pipa. Sayang seribu sayang, ngga semua pipa ketemu jadinya ada beberapa bagian yang lowong dan diganti dengan kertas Koran. Ya walaupun akhirnya kami ngga berhasil menyelamatkan Desa Kenalagi *bersimpuh* tapi gapapa. Karena inilah kami semakin kompak sebagai satu angkatan.

Di malem pertama kan kita udah nulis apel harapan, kali ini saatnya untuk panen apel tersebut. Kalo dirasa harapan kita udah tercapai, apelnya boleh diambil. Kalo belom ya buat kenang-kenangan kakak GP nya wkwkwk. Tapi untungnya semua apel terpanen. Kepo ga kira-kira harapan kami apa aja? Garis besarnya aja ya nih. Ada yang berharap jadi orang yang SMART, ada yang berharap bisa ngontrol emosinya, ada yang berharap bisa jadi lebih care sama orang lain, ada juga yang berharap biar semakin gigih dan bersemangat, dan masih banyak lagi harapan kami. Semoga aja harapan ini bertahan Cuma sebentar, biar buru-buru deh bisa jadi kenyataan yang sesuai harapan masing-masing, AMIIIIN!
Setelah beberes dan makan siang, kami kembali berkumpul untuk apel penutupan. Saat itu terjadi sesuatu hal yang tidak mengenakan dan menimpa salah satu anggota kami. Dan dia harus menerima hukuman yang mayan bikin tepar. Tetep semangat bro, jangan di ulangin lagi kalo bisa ya hehehe J

Sayangnya pada kesempatan outbound kali ini, kami belum berhasil jadi best team. Lodestar kamipun masih kalah pamor dari Kak Rafif yang menyandang gelar best lodestar. Ya semoga aja nanti di akhir IP bisa ada keajaiban biar kelompok kami jadi best team…AMIN… Perjalanan pulang sangat syahdu karena pada tidur semua hahaha! Sekitar pukul 17.30 sampailah kembali kami di kampus tercinta, Prasmul!

Kesan kami selama mengikuti outbound ini yang pasti seru banget. Walaupun clueless tentang apa yang mau dilakuin tapi kita tetep enjoy ngikutin tiap acara. Di outbound ini kita juga banyak belajar hal baru dan tentunya dapet pengalaman baru yang pastinya unik dan akan sulit buat dilupain. Yang pasti banyak manfaat yang bisa kita dapet selama outbound. Belajar buat disiplin, menghargai waktu, menghargai teman, ortu, senior, dosen dan Negara ini. Pastinya melalui kegiatan ini, kelompok bahkan angkatan kami menjadi lebih solid. Kami lebih kenal dan peduli satu sama lain. Ngga Cuma itu aja, kami juga dapet banyak materi yang bisa jadi bekal buat kami menjadi prasmulyan sejati yaitu SMART, CHAIN, 4C, dll. 

Y.O.L.O. You Only Live Once. Hidup Cuma sekali. Sekarang tergantung gimana kita mau pake kehidupan kita yang Cuma sekali ini biar bisa berguna buat diri sendiri, orang tua, teman, dan tentunya Indonesia. Perjalanan outbound kami kali ini memang sangat melelahkan tapi perjalanan kuliah kami selama kurang lebih empat tahun mendatang pasti akan lebih berat daripada ini. Ini baru permulaan. Dan kami banyak belajar bahwa tanpa kedisiplinan, tanpa kegigihan, tanpa semangat, tanpa komunikasi, tanpa keberanian, dan tanpa doa semua akan menjadi sulit untuk dijalani. Tapi kalo kami mau berpikir SMART dan menerapkan apa yang udah kami dapat di outbound ini kami yakin dan percaya bahwa kami bisa menjalani kehidupan kuliah ini dengan baik. Menjadi mahasiswa yang SMART dan berkarakter.Menjadi kebanggan dan memberi kontribusi bagi semua yang telah membesarkan kami, Ayah, Ibu, Prasetiya Mulya dan Indonesia. Pokoknya outbound kali ini T.O.P B.G.T! Walaupun capek banget tapi 20 jempol kami buat outbound kali ini!

Terakhir, makasih buat semua temen-temen kelompok 44 buat outboundnya. Gue seneng banget bisa sekelompok, bagi cerita, ketawa, berjuang sama kalian semua. Tetep semangat buat 8 hari dan 4 tahun kedepan! Terus makasih banget buat Ka Galih, Ka Siska, Ko Fernald yang udah ngedampingin kita outbound sampe pegel dan nahan ngantuk, maaf ya kak kalo kita dikasih tau suka ga nurut :”)


Komodo ewlewlewle~

Sebelum pulang tetep harus eksis dulu :p